Sorot Merah Putih, Jakarta – Indonesia Millennials Center (IMC) menanggapi pernyataan Ketua Panitia Natal Nasional, Maruarar Sirait atau Ara, terkait dorongan penyaluran bantuan bagi Palestina.
Melalui Direktur Eksekutifnya, Yerikho Manurung, IMC menegaskan pentingnya solidaritas kemanusiaan global, namun mengingatkan bahwa kepentingan domestik tetap harus menjadi prioritas utama negara.
Yerikho menekankan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, terutama di kelompok masyarakat rentan.
Mulai dari masyarakat miskin kota, anak-anak terlantar, penghuni panti asuhan, hingga warga di daerah terpencil masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok setiap hari.
“Solidaritas kepada Palestina itu penting. Namun kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi di rumah sendiri. Jika fokus hanya pada bantuan luar negeri, sementara persoalan domestik belum terselesaikan, arah kebijakan jelas keliru,” tegas Yerikho dalam keterangannya, Minggu (23/11/2025).
Menurut IMC, distribusi bantuan dalam negeri harus dilakukan secara proporsional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Yerikho menilai perhatian negara terhadap kelompok rentan merupakan bagian penting dalam menjaga keadilan sosial dan memperkuat ketahanan nasional.
Ia juga mengingatkan agar narasi publik dari Panitia Natal Nasional disampaikan secara rasional dan terukur.
Yerikho menilai tidak ada keberatan jika sebagian persembahan Natal Nasional disalurkan ke Palestina sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap kemanusiaan global, selama prioritas terhadap rakyat domestik tetap dijaga.
“Ini adalah pendekatan proporsional: kita tetap membantu Palestina, namun perhatian utama tetap pada rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.
Yerikho menegaskan bahwa memprioritaskan rakyat domestik tidak berarti menolak solidaritas global.
Justru, kata dia, perhatian penuh kepada kesejahteraan rakyat menjadi fondasi persatuan dan ketahanan nasional.
“Kita tetap bisa membantu Palestina, tetapi bukan dengan mengorbankan rakyat Indonesia yang masih berjuang sehari-hari. Prioritas nasional harus jelas: rakyat sendiri dulu,” katanya menambahkan.
IMC juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan perlindungan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab negara. Menurut Yerikho, ketahanan nasional hanya bisa terbangun jika negara menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakatnya.
Di akhir pernyataannya, Yerikho meminta Panitia Natal Nasional mempertimbangkan alokasi persembahan untuk pembangunan rumah ibadah, termasuk gereja di berbagai daerah, tanpa mengesampingkan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
“Sebagian Persembahan Natal Nasional dapat dipertimbangkan untuk pembangunan rumah ibadah, termasuk sejumlah gereja di berbagai daerah,” tutup Yerikho.
Diketahui sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait selaku Ketua Panitia Natal Nasional 2025 memimpin rapat panitia di Jakarta.
Dalam arahannya, Maruarar menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar perayaan Natal Nasional tahun ini dilaksanakan secara sederhana dan lebih menekankan pada kegiatan sosial.
“Presiden berpesan kepada kami, jangan bermewah-mewah. Perbanyak bantuan sosial dan dukung misi perdamaian Palestina lewat doa bersama,” ujar pria yang akrab disapa Ara itu, dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).
Ara menegaskan, pihaknya juga akan mengundang Duta Besar Palestina sebagai simbol solidaritas kemanusiaan. Ara menekankan bahwa kesederhanaan tidak hanya tercermin dari lokasi dan susunan acara, tetapi juga dari semangat gotong royong dan keterlibatan masyarakat kecil.
“Saya memahami kalau sederhana itu bukan di GBK. Kita cari tempat yang lebih kecil seperti Tennis Indoor berkapasitas 5.000 orang,” ujarnya.
Ia juga meminta agar panitia melibatkan UMKM dari berbagai daerah, termasuk penjual kopi, makanan ringan, dan produk lokal, tanpa menggunakan jasa katering besar.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini













