Sorot Merah Putih, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan Sekolah Terintegrasi Non-Asrama di setiap kecamatan di Indonesia. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan, arahan tersebut disampaikan Presiden saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025). Prabowo meminta kementerian terkait menyiapkan konsep sekolah unggul yang menyatukan jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dalam satu kawasan terpadu.
“Pak Presiden menyampaikan agar kita menyiapkan konsep sekolah unggul terintegrasi non-asrama,” kata Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Menurut Mu’ti, sasaran utama program ini adalah anak-anak dari kelompok hampir miskin, pas-pasan, dan cukup. Pemerintah berharap, dengan sistem sekolah terintegrasi, masyarakat menengah bawah dapat memperoleh akses pendidikan bermutu tanpa harus berpindah sekolah jauh atau terbebani biaya tambahan.
“Presiden menginginkan sekolah ini menjadi wadah pemerataan, agar anak-anak dari keluarga sederhana mendapat fasilitas belajar yang layak,” ujarnya.
Mu’ti mencontohkan Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai daerah yang telah menerapkan konsep serupa. Pemerintah kota di wilayah itu membangun sekolah unggul terintegrasi dengan kurikulum Cambridge dan fasilitas lengkap yang bisa dijadikan model nasional.
“Peralatannya sudah ideal, seperti yang diharapkan Bapak Presiden,” katanya.
Kendati demikian, Mu’ti menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi langsung untuk pembangunan fisik sekolah. Pemerintah masih dalam tahap penyusunan konsep dan pembentukan satuan tugas (satgas) lintas kementerian untuk merancang peta jalan dan tahapan pelaksanaan.
“Kami masih mematangkan konsep agar program ini benar-benar efektif, bukan hanya proyek seremonial,” kata Mu’ti.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan sekitar 7.000 sekolah terintegrasi di berbagai kecamatan di Indonesia. Tujuannya, mewujudkan pemerataan mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
“Kita akan membangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Ini sedang disusun bersama Kemendikti Saintek dan Kemendikdasmen,” ujar Prabowo.
Sementara itu, sejumlah pengamat pendidikan menyambut positif rencana tersebut, namun menilai pelaksanaannya perlu disertai penguatan tenaga pendidik dan kurikulum. Mereka mengingatkan, infrastruktur yang baik harus dibarengi peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses digital agar manfaat program terasa luas.
Mu’ti menyebut masukan itu akan menjadi bagian dari pembahasan lintas kementerian. Ia memastikan pemerintah berkomitmen membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan terjangkau bagi semua kalangan.
“Intinya, tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi,” tegasnya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














