Sorot Merah Putih, Bekasi – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperketat standar sanitasi guna mencegah terulangnya gangguan kesehatan akibat kontaminasi makanan. Penegasan tersebut disampaikan saat peluncuran percepatan digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).
Presiden menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG telah menunjukkan capaian signifikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan di lapangan yang perlu segera diperbaiki.
Prabowo menilai kejadian seperti sakit perut dapat muncul dalam berbagai kondisi, termasuk ketika masyarakat mengonsumsi makanan di luar rumah. Ia bahkan mencontohkan pengalaman pribadinya.
“Bahkan saya juga pernah sakit perut karena kurang cuci tangan,” ujar Prabowo.
Untuk meminimalkan risiko, Presiden meminta seluruh penyelenggara MBG menerapkan prosedur sanitasi yang lebih ketat, termasuk penggunaan peralatan pembersih khusus dan sistem filtrasi air.
“Tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan. Persiapan harus lebih ketat dan pemantauan lebih keras. Semua prosedur yang diperlukan harus dijalankan, termasuk alat pembersih ompreng dan alat filtrasi air,” katanya.
Presiden menegaskan bahwa manfaat program MBG telah dirasakan secara luas, terutama oleh peserta didik yang memperoleh peningkatan asupan protein. Menurut dia, program tersebut berkontribusi pada peningkatan daya tahan tubuh dan kemampuan belajar anak.
Ia juga mengungkapkan bahwa program MBG sempat diragukan oleh sejumlah pihak.
“Banyak orang pintar menyebut MBG sebagai program gila Prabowo,” ujarnya.
Meski menghadapi kritik, Prabowo menyatakan bahwa pencapaian program ini termasuk salah satu yang tercepat di dunia. Hingga kini, MBG telah menjangkau 44 juta penerima manfaat. Ia membandingkan dengan Brasil, yang menurut Presiden Luiz Inácio Lula da Silva membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima.
“Kita belum sampai 12 bulan sudah mencapai 44 juta,” kata Prabowo.
Kendati demikian, Presiden menegaskan bahwa target pemerintah belum tercapai sepenuhnya. Jumlah penerima manfaat yang ditetapkan adalah 82,9 juta jiwa.
“Masih ada 40 juta anak dan ibu hamil yang belum menerima. Saya meminta kesabaran. Ini adalah yang paling cepat yang dapat kita lakukan karena menggunakan uang rakyat, sehingga persiapan harus matang dan tidak boleh ada penyimpangan,” ujar Prabowo.
Pemerintah memastikan bahwa pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG akan terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan pangan, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan program tersebut.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














