_Mitra Kritis Pemerintah Menuju Indonesia Tangguh Berdaulat_
Sorot Merah Putih, Jakarta – Di tengah kompleksitas persoalan bangsa dan kebutuhan akan kebijakan berbasis data, Great Institute resmi hadir sebagai lembaga riset independen yang menawarkan solusi konkret melalui kajian mendalam.
Lembaga riset Global Research on Economics, Advance Technology, and Politics ini diluncurkan di Jakarta, Selasa (3/6/2025), dengan misi utama menjadi mitra kritis bagi pemerintah, kampus, industri, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan strategis yang berpihak pada kepentingan nasional.
Lembaga ini digagas Dr Syahganda Nainggolan, yang menjabat ketua Dewan Direktur, bersama sejumlah tokoh nasional, termasuk Moh Jumhur Hidayat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menyampaikan bahwa lembaga ini hadir sebagai mitra strategis bagi pemangku kebijakan, perguruan tinggi, pelaku industri, hingga masyarakat akar rumput.
Dengan kekuatan awal 15 tenaga riset, lembaga ini akan terus mengembangkan kapasitasnya dalam menjawab persoalan bangsa.Dengan kekuatan awal 15 tenaga riset, lembaga ini akan terus mengembangkan kapasitasnya dalam menjawab persoalan bangsa.
“Great Institute akan membantu pemerintah secara kritis melalui program riset Astacita, termasuk di bidang ketahanan pangan, energi, makan bergizi gratis, hingga hilirisasi industri. Kami bergerak dari riset paradigma sampai implementasi kebijakan,” ujar Syahganda.
Salah satu fokus mendesak yang akan dikaji adalah pengembangan energi nuklir dan ketahanan pangan nasional.
Selain itu, isu strategis seperti otonomi daerah dan pembagian kekuasaan antara pusat dan daerah juga telah menjadi bahan diskusi awal dalam forum-forum terfokus yang digelar sebelum peluncuran resmi.
Menjaga Mimpi Pemimpin, Hadirkan Solusi Kritis
Syahganda menegaskan bahwa Indonesia bukan kekurangan sumber daya maupun intelektual, tetapi butuh keberanian untuk berpikir jernih dan merdeka.
“Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi langka yang berani merdeka dari ilusi kuasa dan kapital,” ungkapnya.
Great Institute juga memiliki visi membangun jaringan kerja sama lokal dan internasional yang menjunjung ideologi Pancasila sebagai landasan dalam merumuskan pemikiran dan solusi kebangsaan.
Tak hanya menghasilkan riset, lembaga ini juga ingin meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan nasional.

Hadir dalam peluncuran, Hatta Rajasa, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyambut baik kehadiran Great Institute.
Menurutnya, riset dan teknologi harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup rakyat.
“Negara yang berhasil adalah negara yang mampu melahirkan kebijakan publik yang unggul. Kebijakan yang lemah tak hanya gagal membangun, tetapi bisa menyengsarakan rakyat,” tegas Hatta.
Ia berharap Great Institute mampu memperkuat naskah kebijakan sebelum dirumuskan secara resmi oleh pemerintah.
Sementara itu, Hetifah Sjaifudian, anggota DPR Komisi X, menilai tantangan terbesar Great Institute adalah menjembatani hasil riset agar bisa digunakan oleh pengambil kebijakan.
“Data dan pengetahuannya bisa jadi sangat kuat, tetapi apakah itu akan dipakai dalam kebijakan? Tantangannya ada di situ. Harapan saya, Great Institute bisa membuka ruang diskusi antara masyarakat adat, nelayan, petani, dan para tokoh nasional,” ujarnya.
Peluncuran Great Institute menandai sebuah langkah awal penting dalam membangun ekosistem kebijakan publik yang berbasis data, ideologi, dan keberpihakan pada rakyat.
Sebagai mitra kritis, Great Institute bukan hanya pendukung, tetapi juga pengawal gagasan demi Indonesia yang lebih tangguh dan berdaulat.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














