Score tertinggi tentu saja untuk partai politik dalam satu wilayah penghitungan yang mampu mengantarkan kadernya menjadi kepala daerah sekaligus wakil kepala daerah, disusul partai politik yang mengantarkan kadernya menjadi kepala daerah, berikutnya partai politik yang mengantarkan kadernya menjadi wakil kepala daerah, kemudian partai pengusung yang memiliki wakil di DPRD setempat dan terakhir kali partai non parlemen yang ikut mengusung.
Index pembobotan yang saya tawarkan adalah 5 untuk partai politik yang menempatkan kadernya menjadi kepala daerah sekaligus wakil kepala daerah. Contohnya pemenang Pilkada di Kalimantan Barat, Daerah Khusus Jakarta dan Bali. Score 4 untuk partai politik yang memenangkan kadernya hanya kepala daerah, misal Gerindra di Jawa Barat, Sumatera Utara, Banten dan Jawa Tengah. Selanjutnya score 3 untuk partai politik yang hanya memenangkan kadernya menjadi wakil kepala daerah, misalnya Partai Golkar di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Bagaimana dengan partai politik yang ikut mengusung tapi tidak menempatkan kadernya menjadi kepala atau wakil kepala daerah? Tetap dihitung. Score 2 untuk partai politik yang memiliki kadernya di DPRD (dan untuk lebih memudahkan cara menghitung) dengan mengabaikan apakah bisa membentuk fraksi sendiri atau diharuskan bergabung ke partai lain. Score 1 tentu saja untuk partai politik non parlemen di daerah setempat yang ikut tercatat sebagai partai pengusung.
Sekarang index yang saya buat, sebut saja index marlin, kita implementasikan secara sederhana. Misalnya siapa pemenang Pilkada di wilayah Polda Metrojaya yang meliputi Daerah Khusus Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok dan Kota Bekasi?
Di DKJ, PDI Perjuangan dan Partai Hanura mengantarkan pasangan Pramono – Rano Karno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Karena pasangan ini keduanya dari PDI Perjuangan maka partai banteng moncong putih itu mendapatkan score 5 sedangkan Hanura karena tidak memiliki perwakilan anggota parlemen di DKJ maka diberikan score 1. Partai-partai lainnya 0.
Di Kota Tangerang, Partai Golkar yang menempatkan Sachrudin, kadernya, menjadi Walikota Tangerang, mendapatkan score 4, PDI Perjuangan yang menempatkan Maryono sebagai wakil walikota score 3, sedangkan Demokrat dan PPP masing-masing mendapatkan score 2.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















