Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98
Sorot Merah Putih – Terkait Pernyataan Budi Arie, mantan Menteri Koperasi yang melempar wacana bahwa Pemilu 2029 dapat terjadi lebih cepat;
SIAGA 98 berpandangan bahwa Pemilu 2029 tidak mungkin dipercepat, tetapi juga tidak mungkin diperlambat, karena Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pemilu secara konstitusional, demokratis, dan tertib sejak era Reformasi.
Pemilu merupakan mekanisme konstitusional untuk menentukan pergantian kekuasaan secara periodik. Karena itu, wacana mengenai percepatan ataupun penundaan Pemilu 2029 bukan sekadar pernyataan politik biasa, tetapi menyangkut kepastian konstitusional dan keberlangsungan demokrasi Indonesia.
Dalam konteks tersebut, SIAGA 98 melihat pernyataan Budi Arie lebih bernuansa pada keinginan politik personal untuk mempertahankan atau mendapatkan kembali akses terhadap kekuasaan, daripada sebuah agenda konstitusional yang memiliki dasar yang jelas.
Pernyataan mengenai kemungkinan Pemilu dipercepat juga muncul ketika ruang publik sedang diramaikan oleh perdebatan mengenai reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, timing pernyataan tersebut patut dicermati secara politik.
SIAGA 98 melihat adanya kepentingan Budi Arie untuk kembali masuk ke dalam kabinet Prabowo.
Dalam situasi ketika reshuffle menjadi perbincangan, melempar wacana mengenai kemungkinan Pemilu dipercepat dapat dibaca sebagai upaya membangun kembali posisi tawar dan menunjukkan relevansi politik dirinya.
Tidak hanya itu, Budi Arie juga diduga sedang berupaya meyakinkan Joko Widodo bahwa dirinya masih layak menduduki posisi strategis di pemerintahan, termasuk menggantikan posisi Raja Juli Antoni di PSI sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.
Tentu, siapa yang akan menjadi menteri atau menempati posisi tertentu dalam pemerintahan merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Namun, dari perspektif politik, kemunculan wacana tersebut bersamaan dengan pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan Pemilu dipercepat patut dilihat sebagai bagian dari manuver untuk membangun kembali posisi politiknya.
Lebih jauh, pernyataan tersebut disampaikan di hadapan mantan Presiden Joko Widodo.
Bagi SIAGA 98, hal itu dapat dibaca sebagai upaya untuk meyakinkan Jokowi mengenai maksud dan posisi politik Budi Arie, dengan membawa isu “Pemilu dipercepat” sebagai omon-omon politik mengenai kemungkinan perubahan politik nasional.
Padahal, Pemilu 2029 adalah agenda konstitusional yang memiliki jadwal dan mekanisme yang jelas.
Tidak semestinya wacana mengenai percepatan Pemilu dilemparkan tanpa dasar konstitusional yang jelas, apalagi jika kemudian menjadi alat untuk membangun spekulasi dan kegaduhan politik.
Indonesia membutuhkan stabilitas demokrasi, kepastian hukum, dan konsistensi terhadap konstitusi. Pergantian kekuasaan harus berlangsung melalui mekanisme demokratis yang telah ditentukan, bukan melalui spekulasi dan manuver politik elite.
SIAGA 98 mengingatkan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang seharusnya dikejar dengan membangun ketakutan mengenai perubahan politik.
Demokrasi tidak boleh dijadikan alat tawar-menawar untuk kepentingan posisi politik personal.
Karena itu, SIAGA 98 meminta Budi Arie untuk tidak menggunakan wacana Pemilu 2029 sebagai instrumen politik untuk mendapatkan kembali posisi dalam pemerintahan.
Jika ingin kembali masuk kabinet, sampaikan saja secara terbuka sebagai aspirasi politik. Jangan membungkus kepentingan mendapatkan kursi kekuasaan dengan omon-omon bahwa Pemilu 2029 akan dipercepat.
Pemilu 2029 bukan milik kelompok politik tertentu, Pemilu adalah agenda konstitusional seluruh rakyat Indonesia.*
Jakarta, 25 Agustus 2026
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini














