• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Selasa, Mei 19, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Opini

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
18 Mei 2026
di Opini
Waktu membaca: 3 menit lebih
A A
0

Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98

Tulisan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, 16 Mei 2026.
“…. rakyat di desa enggak pakai dolar kok”.

Sorot Merah Putih, Jakarta – Pernyataan itu memicu perdebatan. Sebagian ekonom menganggapnya terlalu menyederhanakan persoalan kurs rupiah terhadap dolar.

BacaLainnya

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Badai Politik

8 Mei 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Namun dibalik pernyataan tersebut, sesungguhnya ada kritik mendasar terhadap cara pandang ekonomi Indonesia yang selama ini terlalu “dollar sentris”.

Selama puluhan tahun, kita dibiasakan melihat ekonomi nasional dari kaca mata dolar.

Seolah-olah kesehatan ekonomi Indonesia hanya ditentukan oleh naik turunnya mata uang Amerika Serikat.

Ketika dolar naik, kepanikan dibangun.

Ketika rupiah melemah, narasi krisis langsung diproduksi. Media ramai memberitakan kurs. Para analis sibuk menggambarkan ancaman. Padahal kehidupan ekonomi mayoritas rakyat Indonesia berjalan bukan dengan dolar, melainkan dengan rupiah.

Petani di desa tidak menerima upah dalam dolar. Pedagang pasar tidak menjual cabai dengan dolar. Buruh, nelayan, tukang ojek, UMKM, hingga warung kecil di kampung seluruhnya hidup dalam ekosistem rupiah.

Inilah realitas yang sering dilupakan oleh para ekonom yang terlalu lama terjebak dalam paradigma dollar centrum.

Cara pandang ini menempatkan dolar sebagai pusat gravitasi ekonomi dunia, sementara rupiah diposisikan hanya sebagai mata uang pinggiran yang nilainya selalu diukur dari kedekatannya terhadap dolar.

Baca Juga  Luncurkan Gerina, Presiden Apresiasi Partisipasi Aktif Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Akibatnya, bangsa ini seperti terus didorong untuk merasa inferior terhadap mata uang sendiri.

Padahal kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya berada pada pasar domestik yang besar, konsumsi rakyat, sumber daya alam, serta perputaran ekonomi internal yang menggunakan rupiah setiap hari.

Rakyat kecil tidak bangun pagi untuk mengecek kurs dolar. Mereka bangun untuk memastikan harga beras terjangkau, pekerjaan tersedia, hasil panen laku, dan usaha tetap berjalan.

Karena itu, stabilitas ekonomi nasional tidak boleh semata-mata diukur dari fluktuasi dolar.

Yang lebih penting adalah: apakah pangan tersedia, apakah industri bergerak, apakah lapangan kerja tercipta, apakah daya beli rakyat terjaga, dan apakah negara mampu menjaga kepercayaan terhadap rupiah.

Tentu Indonesia tetap membutuhkan dolar dalam perdagangan internasional. Tidak ada yang menyangkal itu.

Tetapi kebutuhan terhadap dolar dalam transaksi global tidak berarti bangsa ini harus tunduk secara psikologis pada dolar.

Inilah yang perlu dibenahi.

Selama ini, ketergantungan terbesar Indonesia bukan semata pada dolar, melainkan pada cara berpikir yang menempatkan dolar sebagai pusat segala ukuran ekonomi.

Padahal dalam praktik kehidupan sehari-hari, rakyat Indonesia lebih percaya menyimpan nilai dalam bentuk emas, tanah, usaha, atau aset riil lainnya dibanding menyimpan dolar.

Artinya, fondasi ekonomi sosial masyarakat Indonesia sebenarnya masih bertumpu pada kekuatan domestik.

Pada titik inilah pernyataan Presiden Prabowo menjadi relevan dan strategis.

Pernyataan itu bukan sekadar soal kurs, tetapi ajakan untuk membangun kepercayaan diri ekonomi nasional.

Sudah saatnya Indonesia membangun paradigma rupiah centrum — sebuah cara pandang yang menempatkan rupiah sebagai pusat realitas ekonomi Indonesia sendiri.

Sebab selama rakyat Indonesia hidup, bekerja, dan bertransaksi menggunakan rupiah, maka rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan ekonomi bangsa.*

Baca Juga  Presiden Prabowo Tekankan Dasar Kebijakan Pemerintah Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

Artikel telah tayang di Kabariku.com

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: dollarekonomi pedesaanHasanuddin Koordinator SIAGA 98pedesaanPresiden Prabowo SubiantoRupiahRupiah centrumSimpul Aktivis Angkatan 1998
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

Related Posts

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Badai Politik

8 Mei 2026

MBG yang Bersih, Dampak yang Berlipat: Dari Gizi Siswa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

22 April 2026

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Hasil Sidang Isbat: 1 Zulhijah 1447 H pada 18 Mei 2026, Iduladha Jatuh 27 Mei

18 Mei 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Penggerebekan Markas Judol WNA di Jakbar, Puan: Jangan Biarkan Indonesia Jadi Basis Operasi

15 Mei 2026

Beredar Undangan Catut Nama BGN, Bimtek SPPG Nasional 2026 Dipastikan Palsu

10 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Badai Politik

8 Mei 2026

SIAGA 98: Pernyataan Amien Rais Hoaks, ‘Black Campaign’ Cederai Etika Demokrasi

3 Mei 2026

Artikel Terpopuler

  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggerebekan Markas Judol WNA di Jakbar, Puan: Jangan Biarkan Indonesia Jadi Basis Operasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Sjafrie Sjamsoeddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio