Sorot Merah Putih, Cianjur – Sunda Camp gelar semiloka dan workshop ilmu beladiri Maenpo Cianjur di hotel Bydiel Cianjur, Jawa Barat, Sabtu sampai Minggu (17-18/5/2025).
Sunda camp merupakan wadah di bidang budaya terutama silat, yang di dalamnya terdiri dari praktisi praktisi silat dari negara-negara Eropa seperti Italia, Belanda, Jerman dan Prancis.
Visi misinya mengenalkan mempelajari dan melestarikan budaya silat terutama di daerah Jawa barat Indonesia.
Guru besar Pancar Rasa Apih Yayan mengatakan, biasanya Sunda Camp berwisata dengan mengunjungi berbagai aliran dan perguruan silat.
“Rute untuk tahun 2025 ini mengunjungi Rangkas Bitung, Bogor (Cimande), Cianjur (Maenpo Pancar Rasa), Sukabumi (Ponpes Al-Fath, Sang Maung Bodas) lalu ke Bandung,” kata Apih Yayan saat dihubungi sorotmerahputih.com, Minggu (18/5/2025).
Sebelumnya Sunda camp meneliti dan mendatangi perguruan perguruan silat tersebut, mencari data baik berupa silsilah dan keaslian silat tersebut.
“Kebetulan di tahun 2025 ini Maenpo Pancar Rasa dari Cianjur terpilih sebagai kunjungan dari Sunda camp, untuk mempelajari kearifan lokal yang Asli dari Cianjur yaitu Maenpo,” lanjutnya.
Kegiatan Sunda camp saat ini merupakan kegiatan yang kedua di tahun 2025, dan yang pertama terselenggara di tahun 2024, dengan waktu sama pada bulan Mei.
“Sunda camp tidak melibatkan pihak pemerintah tapi murni hasil pemikiran dan kegiatan kelompok yang mencintai pencak silat,” kata pimpinan Pancar Rasa.
Kegiatan Sunda Camp merupakan kolaborasi dengan kepanitiaan dan kepengurusannya melibatkan tokoh pesilat Deden Effendi dari Bandung (Indonesia) dan Max dari Italia (Eropa)
“Karena momentumnya bagus, menurut kami selaku tuan rumah (Maenpo pancar rasa), mengingat Maenpo merupakan sebagian dari pilar budaya Cianjur, maka kami bekerja sama dengan Pemda terkait untuk membantu dalam mendukung terlaksananya kegiatan ini.” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Dewan Kesenian Cianjur mendukung penuh terhadap kegiatan Sunda Camp dengan memunculkan Maenpo sebagai bahasan pokok utamanya.
“Alhamdulillah Pemda Cianjur mendukung kegiatan workshop antara Sunda camp dan Maenpo Pancar Rasa, yang dilaksanakan di hotel bydiel dan gedung DKC Cianjur, namun karena keterbatasan waktu maka kegiatan di DKC tidak dapat dilaksanakan dan lanjut melaksanakan kegiatan di hotel Bydiel,” terangnya.
Apih menyampaikan harapannya terhadap kegiatan budaya tersebut, “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan positif seperti ini, Maenpo Cianjur dapat dikenal di dunia (Mancanegara) juga Cianjur yang merupakan tempat diciptakannya Maenpo terkenal juga di mancanegara,” tutupnya. (icn/icn)
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















