Sorot Merah Putih, Garut – Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina resmi dipersunting Maula Akbar Mulyadi Putra, putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Akad nikah dilangsungkan secara khidmat pada Rabu siang (16/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, disaksikan oleh para tokoh penting nasional.
Pernikahan pasangan ini menjadi perhatian publik lantaran menyatukan dua keluarga besar berpengaruh di Jawa Barat dan nasional.

Maula Akbar, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Gerindra periode 2024-2029, merupakan anak sulung Dedi Mulyadi, gubernur yang dikenal karismatik dan dekat dengan masyarakat.
Sementara Luthfianisa Putri Karlina yang menjabat sebagai Wakil Bupati Garut, kelahiran 14 Maret 1993 adalah anak sulung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto dan Lina Iskandar.
Lebih dari sakral, mahar yang diberikan Maula Akbar untuk sang istri bikin takjub, yaitu berupa: 90 gram logam mulia, 9 ekor sapi, 9 ekor domba Garut, 9 ekor ayam pelung Cianjur, 9 tambunan bibit ikan gurame, 99 jenis bibit buah kayu lokal, dan 9 jenis bibit padi lokal.

Kebahagiaan keluarga menjadi lengkap saat dua tokoh nasional hadir sebagai saksi akad nikah: Ketua MPR RI Ahmad Muzani dari pihak mempelai pria, dan Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar dari pihak mempelai wanita.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, tampak haru dan menyampaikan doa tulus untuk pasangan pengantin.
“Semoga semua turut bahagia,” ucapnya singkat namun penuh makna.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam nasihat pernikahannya menyampaikan filosofi mendalam tentang makna sakral sebuah pernikahan.
Ia menegaskan bahwa rumah tangga adalah ikatan suci yang harus dijaga hanya oleh pasangan itu sendiri.
“Perkawinan ini adalah perjanjian suci. Kalau ada masalah, jangan libatkan orang lain. Hari ini ada persoalan, nanti malam sudah bisa rukun kembali. Itulah berkah pernikahan,” ujarnya.

Ia pun menggambarkan hubungan suami istri sebagai simbol harmonisasi kosmos antara langit dan bumi.
“Langit sebagai suami tidak langsung menyentuh bumi. Ada mendung, kilat, dan guntur sebelum hujan turun. Itu simbol kehidupan baru,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyampaikan pesan menyentuh kepada Maula untuk terus mendoakan mendiang ibunda tercintanya.
“Doa anak untuk orang tua sangat mulia. Kematian bukan penghalang untuk terus bersilaturahmi,” katanya dengan suara bergetar.
Rangkaian prosesi pernikahan dimulai sejak Senin, 14 Juli 2025 dengan acara siraman, dilanjutkan prosesi seserahan pada Selasa (15/7) yang digelar di Leuwi Asri, Bayongbong, Garut.
Kisah cinta Putri dan Maula berawal dari pertemuan saat kampanye Pilkada 2024. Saat itu, Putri menghadiri kampanye Dedi Mulyadi di Kecamatan Malangbong. Pertemuan tersebut berlanjut menjadi kedekatan yang sering mereka tampilkan melalui media sosial, hingga akhirnya berlabuh ke pelaminan.
Pernikahan ini tidak hanya menjadi momen bahagia bagi kedua keluarga, tetapi juga menjadi simbol sinergi politik dan kekerabatan antara dua figur muda masa depan Jawa Barat.
Prosesi pernikahan yang diwarnai adat Sunda ini berlangsung hangat dan meriah.
Para tamu turut larut dalam suasana bahagia, menyaksikan langkah awal pasangan pengantin baru ini memulai bahtera rumah tangga.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















