Sorot Merah Putih, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan apresiasi keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto terkait sengketa empat pulau masuk ke wilayah Aceh.
Dikatakan Yusril, Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait sengketa empat pulau apabila para pihak tidak mencapai kesepakatan.
“Keputusan oleh Presiden Parbowo Subianto ini adalah keputusan yang sangat tepat, bijak dan adil bagi semua pihak. Tidak ada yang diuntungakan dan tidak ada yang dirugikan,” ucap Yusril, dikutip Rabu (18/6/2026).
Adapun keempat pulau dimaksud, yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek.
“Tentu berwenang. Presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan negara yang tertinggi menurut UUD 1945,” ujarnya.
Menurutnya, Presiden berwenang untuk memutuskan perselisihan status keempat pulau.
“Mudah-mudahan keputusan ini dapat diterima oleh seluruh masyarakat Aceh, Sumatera Utara dan seluruh warga bangsa kita,” kata Yusril.
Jika Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara tidak dapat mencapai titik penyelesaian dan menyerahkannya kepada Presiden untuk mengambil keputusan.
Keputusan Presiden, lanjut dia, nantinya dapat dituangkan dalam bentuk Instruksi Presiden kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menindaklanjuti melalui penerbitan Peraturan Mendagri (Permendagri) terkait tapal batas darat dan laut antara Kabupaten Aceh Singkil dengan Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Dengan demikian, permasalahan keempat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara selesai,” terangnya.
Selanjutnya, Yusril menjelaskan, keputusan Presiden Prabowo harus segera dituangkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang tapal batas antara Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara, darat dan laut anatar Kabupaten Aceh Singkil dan Tapanuli Tengah.
“Dengan peraturan ini persoalan tuntas dan tidak akan ada lagi pihak yang bisa mempersoalkan karena ini keputusan Presiden sebagai penyelenggara tertinggi negara,” tegasnya.
Menko Yusril tak menempik banyaknya persoalan mengenai tapal batas, namun menurutnya persoalan dapat terselesaikan dengan musyawarah.
“Jika tidak selesai dibawa ke pemerintahan pusat untuk menyelesaikan. Dan jika sudah ditangkan dalam permendagri akan mengikat semua pihak,” lanjutnya.
Menanggapi kemungkinan adanya penolakan terhadap Permendagri tersebut, Yusril menjelaskan bahwa jalur gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tidak dapat ditempuh, namun tersedia mekanisme judicial review atau peninjauan kembali ke Mahkamah Agung (MA).
Disebutkan bahwa Putusan MA nantinya bersifat final and binding, yang mengikat semua orang.
Dengan begitu, hal tersebut dinilai dirinya sebagai jalan hukum untuk menyelesaikan status keempat pulau secara damai dan bermartabat.
“Keputusan Presiden ini sudah diterima kedua kultur wilayah Aceh dan Sumut, dan secepat mungkin, besok pak Tito sudah mempersiapkan Permendagri,” ucapnya.
Permasalahan sengketa empat pulau di wilayah Aceh Singkil antara Aceh dan Sumatera Utara tersebut telah berlangsung lama. Keduanya saling klaim kepemilikan.
Selanjutnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan keputusan Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode serta Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dan Pulau, ditetapkan pada 25 April 2025.
Keputusan Kemendagri itu, menetapkan status administratif empat pulau tersebut sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan status Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek masuk dalam wilayah administratif Provinsi Aceh.
Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi seusai menggelar rapat terbatas bersama sejumlah pihak terkait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
“Pemerintah mengambil keputusan bahwa keempat pulau yakni Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek secara administratif berdasarkan dokumen pemerintah masuk ke wilayah administratif wilayah Aceh,” kata Mensesneg di Kantor Presiden Jakarta (17/6/2025).*
Baca juga :
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini















