• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index
Rabu, April 15, 2026
Sorot Merah Putih
Advertisement
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
Sorot Merah Putih
Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
Home Nasional

Satgas Penertiban Ormas Bergaya Preman? Ini Pandangan Kritis Sugeng Teguh Santoso

Boelan Tresyana oleh Boelan Tresyana
15 Mei 2025
di Nasional
Waktu membaca: 4 menit lebih
A A
0
Ketua IPW juga Dewan Redaksi Sorot Merah Putih, Sugeng Teguh Santoso berkunjung ke kantor berita Sorot Merah Putih di Menteng, Jakarta Pusat

Ketua IPW juga Dewan Redaksi Sorot Merah Putih, Sugeng Teguh Santoso berkunjung ke kantor berita Sorot Merah Putih di Menteng, Jakarta Pusat

Sorot Merah Putih, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah untuk menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kerap bertindak intimidatif dan menggunakan kekerasan fisik demi kepentingan pribadi atau kelompok.

IPW menilai praktik seperti itu sudah menjurus ke aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

BacaLainnya

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

BGN Ungkap Skema Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan 93 Persen untuk Program MBG

31 Maret 2026

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, mendukung penuh pernyataan Menko Polhukam Budi Gunawan yang menegaskan bahwa segala bentuk premanisme yang berlindung di balik nama ormas harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Namun demikian, Sugeng menyampaikan pandangan kritisnya terhadap pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Premanisme.

Menurut Dewan Redaksi Sorot Merah Putih ini, preman itu street crime (kejahatan jalanan) seharusnya cukup ditangani oleh pihak Kepolisian, bahkan hingga tingkat Polsek, tanpa perlu pembentukan satgas lintas lembaga.

“Jadi terkait premanisme, saya berpikir agak mendalam. Premanisme itu sebenarnya subkultur residu masyarakat yang semestinya menjadi kewenangan Kepolisian. Tapi kini, dengan pembentukan Satgas lintas Kementerian dan lembaga, premanisme seolah dinaikkan statusnya menjadi persoalan politik nasional. Naik pangkat dia, ya,” ucap Sugeng saat berkunjung ke kantor berita Sorot Merah Putih di Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/5/2025).

Sugeng pun mempertanyakan kejelasan tujuan dan masa kerja Satgas tersebut, mengingat satgas umumnya bersifat sementara.

Menurutnya, tanpa target yang jelas, keberadaan Satgas hanya akan berfungsi untuk meredakan situasi sesaat, tanpa solusi jangka panjang.

“Namanya juga Satgas, masa tugasnya terbatas namanya satuan tugas. Maka perlu dipertanyakan targetnya. Terkait menjaga ketertiban warga sipil itu cukup Polisi,” ujarnya.

Baca Juga  Isu Pergantian Kapolri Menguat, Irjen Rudi Darmoko Merendah: “Itu Urusan Pimpinan”

Sugeng pun menyinggung masa orde baru tahun 1982-1983, penyelesaian dengan membentuk Satgas inter lembaga dengan penembakan misterius yang dikenal dengan “Petrus”.

“Tentu penyelesaian itu tidak kita pilih, karena perkembangan hak asasi manusia, hukum yang beradab dan demokrasi melarang. Karena itu saya menduga Satgas ini hanya meredakan,” bebernya.

Sugeng memaparkan, kalau preman mengorganisir diri dengan cara cerdas, hingga mencontohkan salah satu Ormas yang mengklaim ada 2 juta kemudian belum ormas-ormas lain membuat aliansi untuk melakukan gangguan umum.

“Jutaan yang mengklaim anggota orma jika mereka sepakat melakukan gangguan, dengan tujuan supaya ditangkap, mampu enggak negara kemudian melakukan mengatasi ketertiban umum? dengan cara menangkap. Polisi repot lah, PR besar juga ini untuk Menteri Imipas,” tukasnya.

Sugeng juga mengaitkan pembentukan Satgas ini dengan keluhan sejumlah investor asing, seperti BYD dari Tiongkok, yang berencana menanamkan modal di Indonesia namun terganggu oleh keberadaan kelompok-kelompok preman yang menyaru sebagai ormas.

“Saya melihat ini reaktif karena ada tekanan dari investor. Tapi apakah Satgas ini akan memberikan penyelesaian yang konkret? Saya kira tidak. Kalau situasi sudah reda, Satgas bubar, preman kembali muncul. Ada yang bermain ini,” tambah Sugeng berseloroh.

Lebih jauh, Sugeng menyampaikan kekhawatirannya bahwa negara justru bisa terdorong untuk ‘menerima’ keberadaan preman sebagai bagian dari masyarakat, layaknya “virus yang tidak bisa disembuhkan”.

Ia mengingatkan bahwa jika tidak ditangani secara tuntas dan berkelanjutan, bisa saja premanisme dilegalkan secara terselubung melalui konsesi keamanan, bahkan kolaborasi dengan oknum aparat.

Sugeng menutup dengan peringatan bahwa kompleksitas premanisme tidak bisa diselesaikan secara instan. Diperlukan strategi jangka panjang, transparansi kerja Satgas, dan sinergi aparat yang konsisten dalam penegakan hukum.

Baca Juga  Ini Alasan IPW Minta Kapolri Larang Anggota Polri Tangkap Pengguna Narkoba

“Premanisme itu kompleks. Kalau hanya meredakan situasi tanpa solusi sistemik, kita hanya akan hidup berdampingan dengan preman selamanya,” tandasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Kemenko Polkam menggelar Rapat Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga secara khusus membahas penanganan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai bermasalah dan mengganggu iklim investasi di Indonesia.

Dalam keterangannya, Menko Polkam Budi Gunawan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk menindak tegas berbagai bentuk premanisme dan aktivitas organisasi yang meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu investasi serta mengkhawatirkan umum.

Menko Polkam menyampaikan bahwa keberadaan ormas-ormas bermasalah telah nyata mengganggu iklim investasi dan menurunkan kepercayaan dunia usaha terhadap Indonesia.

Tindakan mereka menjadi tantangan serius bagi target-target pembangunan yang telah digariskan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, pihaknya bertindak tegas dan terukur.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya akan menindak tegas, tetapi juga memberikan ruang pembinaan. Untuk menjaga dan rasa aman, Menko Polkam juga menyampaikan bahwa pemerintah akan membuka kanal pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Sebagai bagian dari upaya konkret, pemerintah juga akan membentuk Satuan Tugas Terpadu. Langkah ini diambil sejalan dengan agenda strategis nasional yang menempatkan stabilitas keamanan sebagai pembuka jalan utama percepatan pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing investasi nasional.

“Negara hadir secara nyata untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum. Kita ingin masyarakat dan pelaku usaha terlindungi dan Indonesia menjadi tempat yang nyaman untuk investasi dan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Budi Gunawan. Senin (6/5) lalu.*Boelan

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini

Tags: Indonesia Police WatchKetua IPW Sugeng Teguh SantosoMenko Polhukam Budi GunawanMenteri Imipas Agus AndriantoSatgas Penertiban Preman
ShareTweetSendPinScanShare
Posting Sebelumnya

Audiensi dengan OJK, KPK Dorong Pelaksanaan Rekomendasi Hasil SPI 2024

Posting Selanjutnya

Atensi Aksi Preman, Kapolri Instruksikan Personel Lebih Responsif ke Masyarakat

Related Posts

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

BGN Ungkap Skema Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan 93 Persen untuk Program MBG

31 Maret 2026

BGN Tak Toleransi Praktik Curang, Mitra Mark Up Harga Terancam Disuspend Operasional

31 Maret 2026

Seskab Teddy: Presiden Hadirkan Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas Meriahkan Idulfitri

28 Maret 2026

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya: Gizi sebagai Fondasi Pendidikan Nasional

26 Februari 2026
Posting Selanjutnya
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Rakernis Korbrimob dan Baharkam Polri di gedung STIK/PTIK, Jakarta, Kamis (15/5/2025)

Atensi Aksi Preman, Kapolri Instruksikan Personel Lebih Responsif ke Masyarakat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memberikan keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 15 Mei 2025.

Presiden Prabowo dan PM Albanese Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan hingga UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

SIAGA 98 Desak Kejelasan dan Aksi Nyata Percepatan Reformasi Polri

11 April 2026

KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

10 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

9 April 2026
dok MKRI

MK Gelar Uji Materi UU APBN 2026, Soroti Skema dan Legalitas Program Makan Bergizi Gratis

3 April 2026

Inovasi Korlantas Polri: ETLE Handheld Tingkatkan Efektivitas Penindakan di Jalan

2 April 2026

Presiden Prabowo Tiba di Seoul, Disambut Hangat Diaspora Indonesia

1 April 2026

Pemerintah Luncurkan Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi

1 April 2026

Artikel Terpopuler

  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 48 kolonel TNI resmi naik pangkat menjadi brigadir jenderal (Foto: Doc TNI/Istimewa)

    Mutasi Besar di Tubuh TNI, 48 Kolonel Resmi Naik Pangkat Menjadi Brigjen, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menhan Sjafrie Bertemu Menhan USA Peter Hegseth, Bahas Stabilitas dan Keamanan Kawasan Asia Tenggara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap jadi Alumni Paling Cemerlang di Akpol 1997

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dan Konsensus Kebangsaan Jadi Fondasi Utama Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lawatan Diplomatik Presiden Prabowo: Hadiri Sidang Umum PBB, Kunjungi Kanada hingga Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima TNI Agus Subiyanto Mutasi 5 Perwira Isi Jabatan Strategis di BIN, Berikut Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Sorot Merah Putih

Sorot Merah Putih adalah Media online yang menyoroti tentang kinerja Kabinet Merah Putih | Office: Jl. Proklamasi, RT.11/RW.5, Pegangsaan, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | email: redaksi@sorotmerahputih.com

Follow Us

Sorot Merah Putih

kabariku.com | beritageothermal.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
  • index

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio

Tidak ada hasil
Lihat Semua hasil
  • News
    • Nasional
    • Hukum
    • Teknologi
    • Viral
    • Politik
    • Budaya
  • Sorot Prabowo
  • Sorot Parlementaria
  • Sorot Pertahanan
  • Sorot Jakarta
  • Sorot Daerah
  • Sorot Dwi Warna
  • Opini
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
    • Kirim Tulisan

© 2024 Sorot Merah Putih - Soroti Berita Terkini | Crafted with power by WebIndoStudio