Sorot Merah Putih, Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui program magang bergaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP), pemerintah menyiapkan hingga 100 ribu posisi bagi lulusan baru atau fresh graduate yang telah lulus maksimal satu tahun.
Program nasional ini akan mulai dibuka pada 15 Oktober 2025 melalui laman resmi SIAPkerja, sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda agar siap bersaing di dunia kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pada tahap awal pemerintah akan membuka 20 ribu lowongan magang, dan akan diperluas hingga 100 ribu apabila target awal tercapai.
“Program magang untuk lulusan baru satu tahun ini segera diluncurkan dengan kuota awal 20 ribu. Kalau 20 ribu ini tercapai, langsung kita tingkatkan menjadi 100 ribu,” ujar Airlangga dalam acara New Economic Order Indonesia’s Largest Investment Forum di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).
Airlangga menegaskan, program ini dirancang sebagai jawaban atas kendala klasik yang sering dihadapi para lulusan baru, yakni tuntutan pengalaman kerja saat melamar pekerjaan. Pemerintah ingin memutus mata rantai persoalan itu melalui program magang yang memberikan kesempatan nyata bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman profesional pertama mereka.
“Selama ini, fresh graduate sering diminta punya pengalaman kerja, padahal baru lulus. Akibatnya mereka kalah bersaing dengan yang sudah berpengalaman. Karena itu pemerintah hadir untuk memutus persoalan tersebut lewat program magang ini,” jelas Airlangga.
Program magang ini akan berlangsung selama enam bulan dan terbuka bagi lulusan perguruan tinggi yang lulus dalam kurun waktu Oktober 2024 hingga Oktober 2025 dan belum memiliki pekerjaan tetap.
“Bagi mereka yang lulus maksimal satu tahun dan belum bekerja, bisa mendaftar program magang ini melalui situs SIAPkerja mulai tanggal 15 Oktober 2025,” tambahnya.
Pemerintah berharap, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi jembatan bagi para peserta untuk mendapatkan pekerjaan tetap di berbagai sektor industri. Dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha, langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja nasional.
Langkah konkret ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan generasi muda Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp sorotmerahputih.com klik di sini
















